Agustus 2016

Malas Gosok Gigi

Si Otong, anak kelas 1, selain juara 1 di kelasnya dia juga cukup ganteng.

Walau begitu, Otong punya satu kebiasaan buruk yang hanya diketahui oleh teman-teman sekelasnya. Kebiasaan itu adalah bahwa Otong sering tidak gosok gigi.

Suatu kali, ketika sang ibu wali kelasnya sedang mengajar, ibu guru berhenti sejenak dan berkata, “Otong, tadi pagi tidak gosok gigi, ya?”

Alangkah kagetnya si Otong. Dia berpikir, siapa gerangan di antara kawan-kawan sekelasnya yang bercerita kepada ibu wali kelasnya perihal kebiasaannya ini?

“Kok, ibu guru bisa tahu?” tanya Otong heran.

Sang ibu guru tersenyum dan berkata,”Coba lihat, ada sisa sayur di gigimu.”

Mendengar jawaban ibu guru, Otong berteriak dengan riang, ”Kalau begitu, Ibu salah..

Tadi pagi saya sarapan nasi goreng sama telur dadar. Terakhir saya makan sayur tiga hari yang lalu..”

Ibu guru kaget, “Berarti itu sisa sayur tiga hari yang lalu???!!”

 

Bahasa Inggris

Di kelas 3 AR Sutan Mansur saat pelajaran Bahasa Inggris, tiba-tiba Hanif bertanya kepada Bu Susi, gurunya.

Hanif   : “Bu Susi, bahasa Indonesianya ‘tomorrow’ apa ya?”
Bu Susi : “Besok.”
Hanif   : “Sekarang saja menjawabnya, Bu.”
Bu Susi : “Besok, Hanif.”
Hanif   : “Tapi saya butuh jawabannya sekarang, Bu.”
Bu Susi : “Nggak bisa dong, Hanif. Jawabannya itu besok.”
Hanif   : “Yaaaah, Bu Susi. Masa tanya satu kata saja dijawabnya kudu nunggu besok?!”
Bu Susi : “*#%&@^&*@*(@???”

 

Alasan Terlambat

Dua orang anak SD yang nakalnya bukan main sebut saja Joni dan Otong
selalu terlambat masuk sekolah.
Seribu alasan mereka buat ketika gurunya bertanya kenapa selalu terlambat?

Hari ini mereka terlambat lagi dan guru bertanya pada mereka

Pak Shodikin : “Joni! Kenapa hari ini kamu terlambat lagi?”
Joni                 : “Anu, anu, Pak, semalam saya mimpi jalan-jalan naik sepeda sama ayah saya keliling kota.”
Pak Shodikin : “????!!! Kalau kamu, Otong! Kenapa kamu juga terlambat??”
Otong                : “Anu, Pak. Semalam saya mimpi ketemu Joni sedang jalan-jalan naik sepeda bersama ayahnya. Ya udah, Pak… Saya ikutan mereka keliling kota.”
Pak Shodikin : “!!!!??????”