CERITA CERIA

SD Muda Ceria dengan segala keunikannya menyimpan cerita tersendiri yang kadang lucu dan menggemaskan. Tidak jarang pula, salah satunya menjadi inspirasi dan motivasi, baik bagi guru/karyawan, orang tua, dan terutama anak-anak.

CERITA CERIA merupakan sekelumit cerita sehari-hari di sekolah. Bisa jadi memang cerita yang betul-betul terjadi, maupun rekaan. Terlepas dari itu, sekolah sebagai rumah kedua bagi mereka, tentunya, telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam perjalanan hidup kita semua, Generasi Muda Ceria. (bee)

 

Katak
Dalam pelajaran IPA, Bu Windi bertanya kepada anak-anak kelas 5 Jarnawi Hadikusumo, “Anak-anak, binatang apa yang dapat hidup di air dan di darat?”
“Katak, Bu Windiiii!” jawab mereka lancar.
“Lalu apa lagi,” Bu Windi bertanya lagi.
“Induknya katak, Bu!” jawab mereka semangat.

 

Surat Izin
Joni sering tidak masuk sekolah tanpa alasan dan kabar yang jelas. Suatu hari dia dinasihati oleh Bu Luluk, gurunya.
Bu Luluk   : “Joni, kalau kamu tidak masuk sekolah karena sakit atau ada urusan lain, kirim surat ya!”
Joni            : “Dulu saya pernah kirim surat, tapi tidak pernah Bu Luluk balas.
Jadi malas untuk buat surat lagi, nanti dicuekin lagi.”

 

Kuala Lumpur
Suatu pagi saat pelajaran IPS di kelas 4 Ahmad Badawi. Pak Fajar bertanya kepada muridnya satu persatu tentang nama ibukota negara.
Pak Fajar  : “Daffa, coba sebutkan ibukota negara Inggris!”
Daffa          : “London, Pak!”
Pak Fajar  : “Bagus, coba kamu Amel, sebutkan ibukota Malaysia!”
Amel          : “Pasti Kuala Lumpur, Pak!”
Seorang siswa lain, Najih namanya, mengacungkan tangan.
Najih          : “Pak, berarti rumahku di Malaysia.”
Pak Fajar  : “Lho, kok bisa?”
Najih          : “Soalnya masuk kelurahan Kuala Lumpur, dekatnya pelelangan ikan.”
Pak Fajar  : “Itu Desa Lumpur, Najiiiihhh. &^%#&@”

 

Segitiga Samakaki
Siswa kelas 3, Pandu dan Kiki, sedang bercengkerama di kelas.
Pandu    : “Heii, lagi ngapain?”
Kiki        : “Sedang menggambar nih.”
Pandu    : “Wuah, gambar apa?”
Kiki        : “Menggambar segitiga sama kaki, hehehe ….”
Pandu    : “Emang bisa?”
Kiki        : “Bisa donk!”
Pandu    : “Hebat yah!”
Kiki        : “Hebat kenapa?”
Pandu    : “Aku menggambar segitiga sama tangan saja susah,
kamu malah bisa menggambar segitiga sama kaki.”
Kiki        : “Zzzzzzz….”