Tag Archives: Milad

Muhammadiyah Merekat Kebersamaan

 

 

 

 

 

 

 

 

Jauh sebelum Indonesia merdeka, pada 17 Juni 1920 dalam rapat tahunan anggota yang dihadiri lebih 200 anggota dan simpatisan, Muhammadiyah mendirikan bagian (majelis) PKO, Penolong Kesengsaraan Oemoem (umum) yang diketuai Kiai Syuja’.

Yang menarik dari pendirian PKO ini adalah pilihan nama “Penolong Kesengsaraan Oemoem” yang mengindikasikan sangat jelas keinginan untuk merajut kebersamaan lintas suku agama ras dan golongan. Muhammadiyah memilih diksi Oemoem bukan umat apalagi warga atau anggota Muhammadiyah, tentu berdasarkan visi dan niatan untuk berbuat baik kepada sesama.

 

 

 

 

 

 

 

 

Visi dan niatan tersebut tergambar jelas jika dicermati dari isi pidato KH Ahmad Dahlan tentang PKO, ‘bahwa hajat PKO itu menolong dengan berbasis Islam tanpa membedakan suku, bangsa, dan agama’. Penggalan pidato KH Ahmad Dahlan tersebut menunjukkan semangat dan spirit untuk melakukan kebaikan kepada siapapun, yang perlu dicatat gagasan tersebut dicetuskan jauh sebelum Republik ini lahir, belum ada jargon kebhinekaan, NKRI harga mati, dan lain sebagainya, Muhammadiyah sejak generasi awal telah menjalankan spirit bekerja dengan asas Islam dan kebermanfaatan untuk sesama.

Milad SD Muda Ceria

DSCF9064 DSCF8786

DSCF8936 DSCF8851

Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) yang berlokasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto menjadi saksi kemeriahan parayaan Milad SD Muda Ceria yang ke 43 (1/11) lalu. Pukul 06.00 sepanjang jalan Jaksa Agung Suprapto telah dipenuhi oleh ratusan siswa SD Muda Ceria beserta para wali siswa yang bersiap mengikuti jalan sehat yang digelar guna memeriahkan Milad Muda Ceria yang ke 43. Jalan sehat dibuka langsung oleh Bapak Hadi Purnomo selaku kepala sekolah dan diiringi penampilan Drum Band Symphony Muda Ceria.